Anti Gagal Cara Menanam Bawang Merah yang Benar

Bawang merah merupakan tumbuhan holtikultura musiman yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Menanam bawang merah Memang membutuhkan modal yang cukup besar namun itu akan sebanding dengan hasil panen yang sanggup saja berlipat ganda dari modal yang dikeluarkan. Asalkan tumbuhan sehat dan tidak terjadi gangguan yang serius pada ketika penanaman.

Berikut adalah cara menanam bawang merah yang benar ;

1. Melakukan Pembibitan    
Pada umumnya bawang merah diperbanyak dengan memakai umbi sebagai bibit. Kualitas umbi bibit merupakan salah satu faktor yang memilih tinggi rendahnya hasil produksi bawang merah. Oleh alasannya itu, untuk mendapakan bibit yang baik, harus melalui penyeleksian dengan kriteria: Umbi berasal dari tumbuhan yang sudah tua, berukuran sedang (5-10g), penampian umbi harus segar dan sehat, bernas (padat, tidak keriput), dan warnanya cerah (tidak kusam).

Umbi bibit yang siap tanam apabila sudah disimpan selama 2-4 bulan semenjak panen dan tunasnya sudah sudah hingga ke ujung umbi. Adapun cara penyimpanan umbi bibit yang baik yaitu disimpan dalam bentuk ikatan di atas para-para dapur atau disimpan dalam gudang khusus dengan pengasapan.

2. Pengolahan Tanah 

Dalam budidaya bawang merah pengolahan tanah diharapkan untuk mendapat tanah yang gembur, memperbaiki drainase dan aerasi tanah, meratakan permukaan tanah dan mengendalikan gulma.

Pengolahan tanah pada lahan kering sanggup dilakukan dengan cara dibajak atau dicangkul sedalam 20cm, kemudian dibentuk bedengan dengan ukuran lebar 1,2 meter, tinggi 25 cm, dan panjangnya tergantung kondisi lahan.

3. Pemeliharaan  

Meskipun tidak menghendaki banyak hujan, tumbuhan bawang merah memerlukan air yang cukup selama pertumbuhannya. Penyiraman sanggup dilakukan sesuai dengan umur tanaman. Pada ketika berumur 0-10 hari lakukan penyiraman 2 kali sehari (pagi dan sore). Pada umur 11-35 hari, penyiraman dilakukan satu kali pada pagi hari dan pada umur 36-50 hari satu kali sehari pada pagi hari atau sore hari.

Pemupukan susulan pertama diberikan pada ketika usia tumbuhan 14 hari dengan memakai adonan Urea 93kg, ZA 200kg, dan KCL 112kg per hektarnya. Pupuk tersebut diaduk rata dan diberikan di sepanjang garitan tanaman. Sedangkan pada susulan kedua dilakukan pada ketika tumbuhan berumur 5 ahad sesudah tumbuhan dengan takaran Urea 47kg, ZA 100kg, KCL 56kg yang dicampur dan diaduk rata kemudian diaplikasikan pada tanaman.

Penyiangan sanggup dilakukan minimal dua kali/musim yaitu menjelang pemupukan susulan  atau pada ketika gulma tumbuh subur.

4. Pengendalian Hama dan Penyakit  

Hama yang menyerang tumbuhan bawang merah diantaranya ulat grayak, Thrips, Bercak Ungu Alternaria (trotol) Otomatis (Coletotrichum), Busuk umbi Fusarium dan amis putih Sclerotum, amis daun Stemphylium dan virus.

Pengendalian hama merupakan aktivitas rutin yang dilakukan petani bawang merah. Umumnya aktivitas ini dilakukan pada ahad kedua sesudah tanam dan terakhir pada ahad ke delapan dengan interval 2-3 hari.
Pengendalian hama yaitu dengan cara disemprot dengan pestisida sesuai takaran dan proposal atau dengan cara mencabut tumbuhan yang terjangkit penyakit dan membakarnya.

5. Pemanenan  

Pada Budidaya bawang merah ini pemanenan sanggup dilakukan sesudah tumbuhan berumur 60-70 hari. Ciri-ciri tumbuhan siap panen adalah  ketika terlihat gejala 60% leher batang lunak, tumbuhan reah, dan daun menguning. Pemanenan sebaiknya dilakukan pada ketika keadaan tanah kering dan cuaca cerah untuk mencegah serangan penyakit busuk.

Demikian tadi sekilas mengenai cara singkat menanam bawang merah, semoga dapat menjadi rujukan petani dalam meningkatkan produktifitas tanamannya.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.